PENGERTIAN KESELAMATAN MENURUT ALKITAB

Orang mengatakan bahwa “Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.” (Yohanes 3:17)  Betul sekali! Tetapi, perlu dibedakan arti “kedatangan” yang pertama kali, “kedatangan” yang kedua kali, dan “kedatangan” pada Hari Penghakiman adalah tiga hal yang berbeda. Kdatangan Kristus Yesus yang pertama kali itu telah dinubuatkan di dalam Alkitab. Silsilah Yesus adalah bukti pertama yang diberikan oleh Kitab-Kitab Yunani Kristen (P.B.) untuk mendukung kedudukannya sebagai Mesias baik melalui garis keturunan paternal melalui ayahnya Yusuf (Matius 1:1-16) maupun dari garis keturunan maternal melalui ibu kandungnya Maria (Lukas 3:23-38). Bahkan dalam Kitab-Kitab Ibrani (P.L.) juga telah menubuatkan bahwa Mesias datang dari garis keturunan keluarga Raja Daud. Dari sudut hukum dan dari keturunan jasmani. (silahkan baca Mazmur 132:11,12; Yesaya 11:1,2). Dan bahkan pernyataan Kristus Yesus sendiri bahwa ia adalah putra Daud. (Wahyu 22:16)

Dan hampir 600 tahun sebelum Mesias dilahirkan telah dinubuatkan tentang dirinya bahwa harus mati. Nubuat tentang ini telah dinyatakan dengan jelas sekali, bahwa sang Mesias harus mati. Misalnya dalam Kitab-Kitab Ibrani (P.L.) dalam Daniel 9:26, “Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa (“enam puluh dua minggu”) itu (yang mengikuti tujuh minggu), akan disingkirkan seorang yang telah diurapi.” Kata Ibrani “ka-rath” yang digunakan di sini untuk kata “disingkirkan” adalah kata yang sama yang digunakan untuk hukuman mati di bawah Hukum Musa. Alasannya Kristus Yesus (Mesias) harus mati, ayat ke-24 memberi kita jawabannya, “Untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, dan untuk mendatangkan keadilan yang kekal.” – Orang Yahudi tahu benar bahwa hanya suatu korban, suatu kematian, dapat menjadi pendamaian untuk kesalahan. (silahkan baca Imamat 17:11 ; dan bandingkan dengan Ibrani 9:22). Dan lagipula nabi Yesaya pada 700 tahun sebelum Kristus Yesus lahir, juga telah menubuatkan dalam pasal 53 bahwa Mesias sebagai Hamba istimewa dari Allah yang harus menderita dan mati untuk menutupi dosa-dosa orang lain. Ayat 5 berbunyi, “Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita.

A. Fakta No. 1 – DOSA DAN HUKUMANNYA

“Saya telah berbuat dosa dan patut menerima hukuman maut yang kekal” (Roma 3:23; Roma 6:23; Yesaya 59:2).

Setiap orang telah berbuat dosa (Roma 3:23; Yesaya 53:6). ARTI dari dosa di sini adalah kurang dari ukuran Allah, yang Maha Suci dan Maha Adil itu.

Akibat dosa adalah maut (Roma 6:23). ARTI dari maut itu adalah perceraian dengan Allah (Yesaya 59:2). Oleh karena setiap orang telah berbuat dosa, maka ia harus hidup terpisah dari Allah dan kasihNya untuk selama-lamanya.

B. Fakta No. 2 – USAHA MANUSIA ITU SIA-SIA ADANYA

“Saya tidak sanggup melepaskan diri saya dari hukuman maut itu” (Efesus 2:8,9; Roma 3:20; Yohanes 14:6).

Pada umumnya manusia berada dalam alam fikiran yang sangat bertentangan dengan Injil Kristus. Mereka semua ingin memperoleh keselamatan, tetapi karena akalnya telah dinoda oleh dosa, maka dicari-carinya keselamatan itu dengan jalan-jalan yang salah. Mereka semua menganggap bahwa ada suatu usaha yang dapat membawa mereka kembali kepada jalan pergaulan dengan Allah. Lihatlah sikap orang muda yang kaya (Markus 10:17, 22).

C. Fakta ke 3 – YESUSLAH JALAN

“Yesus adalah satu-satunya jalan pelepasan bagi saya karena Ia telah menjadi pengganti saya untuk dihukum pada salib itu” (Roma 5:8; I Petrus 2:24; I Petrus 3:18).

Hanya ada dua perkara yang terpenting di sini, yaitu bahwa:

  1. Yesus adalah Sang Penebus.
  2. Yesus pada saat ini sedang menawarkan pengampunan dosa dan keselamatan.

D. Fakta ke 4 – MENERIMA YESUS

“Untuk memperoleh keselamatan yang telah Yesus sediakan, saya harus menerima Dia secara pribadi” (Yohanes 1:12; Wahyu 3:20).Tetapi “penerimaan” bukanlah suatu “penyerahan.” Penyerahan berarti bahwa seseorang yang telah didiami oleh Roh Yesus akan memutuskan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepadaNya. Dari segi disiplin pribadinya ia melepaskan ikatan-ikatan duniawi yang mengelabuhi mata rohani. Penyerahan itu memungkinkan pengendalian dan penyesuaian pola-pola hidupnya.

About these ads
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s